Kematian seorang anak SD di Nusa Tenggara Timur karena orang tuanya tidak mampu membelikan buku dan pena seharusnya tidak dibaca sebagai tragedi personal semata. Ini bukan hanya soal kemiskinan, apalagi soal “ketidakmampuan menghadapi hidup”. Peristiwa ini adalah potret kegagalan sistemik—ketika negara hadir setelah nyawa hilang, bukan saat harapan seorang anak mulai runtuh perlahan. Respons publik bergerak cepat.
Kumparan
News
•Buku dan Pena yang Terlalu Mahal bagi Anak SD di NTT

Welhelmus Poek
Kumparan

Baca Selengkapnya
Artikel ini adalah ringkasan. Untuk detail lengkap dan berita mendalam, kunjungi website resmi Kumparan.
Buka di KumparanBerita Terpopuler Lainnya
Lihat Semua →
Kumparan•
Piala Asia Futsal: Kalah Adu Penalti dari Iran, Indonesia Jadi Runner Up

Kumparan•
Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun

Kumparan•
Diberi iPhone 17 Pro Max, Kapolres Tangsel Langsung Lapor Gratifikasi ke KPK

Kumparan•
Mobil Mercy Terbakar di Lingkar Nagreg Bandung, Pengemudi Tewas

Kumparan•
Prabowo Tiba di Malang, Akan Hadiri Peringatan Harlah 1 Abad NU Besok

Kumparan•
Nusron: Gedung MUI Akan Pakai Bangunan 40 Lantai, Bekas Kedubes Inggris