Di tepi sawah yang mulai mengering, seekor burung kecil tampak berjalan cepat. Sesekali ia berhenti, mematuk lumpur, lalu berlari pendek sebelum terbang rendah. Orang kampung menyebutnya ancul-ancul. Dunia ilmiah mengenalnya sebagai trinil, anggota genus Tringa. Tubuhnya tergolong sedang, tetapi perannya bagi ekosistem lahan basah sangat besar. Trinil bukan burung asing di Indonesia. Ia hadir hampir sepanjang tahun, terutama saat musim migrasi.
Kumparan
Tekno & Sains
•Burung Trinil: Si Gesit Penjaga Lahan Basah yang Sering Terabaikan

Fabian Satya Rabani
Kumparan

Baca Selengkapnya
Artikel ini adalah ringkasan. Untuk detail lengkap dan berita mendalam, kunjungi website resmi Kumparan.
Buka di KumparanBerita Terpopuler Lainnya
Lihat Semua →
Kumparan•
Diberi iPhone 17 Pro Max, Kapolres Tangsel Langsung Lapor Gratifikasi ke KPK

Kumparan•
Mobil Mercy Terbakar di Lingkar Nagreg Bandung, Pengemudi Tewas

Kumparan•
Piala Asia Futsal: Kalah Adu Penalti dari Iran, Indonesia Jadi Runner Up

Kumparan•
Prabowo Tiba di Malang, Akan Hadiri Peringatan Harlah 1 Abad NU Besok

Kumparan•
KPK Langsung Tahan Bos PT BR yang Sempat Kabur saat OTT

Kumparan•
WN India Buka Markas Judol di Bali, Omzetnya Rp 8 Miliar per Bulan